Selasa, 19 Januari 2016

Susi Pudjiastuti, Tiga Suami

Susi Pudjiastuti, Tantang Pakar kelautan

Menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan,  kemampuan Susi Pudjiastuti dalam memimpin kementrian di sektor bahari itu diragukan. Maklum, Susi hanya berijazah SMP.

Ia menyadari pengangkatannya sebagai menteri di jajaran Kabinet Kerja menimbulkan pro dan kontra. Salah satunya adalah soal kepakarannya, yang dianggap remeh oleh sebagian orang.

Ia pun  menantang orang-orang yang menyangsikan kemampuannya dengan membuktikan bahwa dirinya memang mampu menduduki posisi tersebut. Dalam dialog dengan pengusaha di sektor maritim, Selasa (11/11/2014), Susi memaparkan berbagai kebijakan yang akan dia ambil. Salah satu targetnya adalah meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Untuk itu, Susi akan melakukan berbagai langkah, dimulai dari pembenahan tata kelola, meningkatkan pajak penghasilan (PPh) kapal besar, dan membebaskan retribusi bagi kapal kecil.

"Negeri ini suka aneh. Kadang-kadang ada yang tidak jalan, bikin badan baru. Perpajakan enggak jalan, bikin pos baru. Padahal, untuk menaikkan PNBP itu bisa dengan meningkatkan PPh-nya. Suatu saat saya akan berikan saran (ke Menkeu). Sayangnya, saya tidak memiliki legitimasi kepakaran dalam hal apa pun karena ijazah saya," ujar Susi.

Dia mengatakan, jika program-programnya nanti berjalan baik, dia berharap ke depan Kabinet Kerja mengerti dengan apa yang dilakukannya. "Mereka tahu, oh ternyata Susi bisa mikir ini toh, tidak hanya jualan ikan," kata dia. 

Dalam kesempatan tersebut, Susi juga berharap bukan hanya menteri-menteri di kabinet yang bisa memahami cara kerja Susi, melainkan juga ahli kelautan dari Institut Teknologi Bandung (ITB). 

"Dari ITB juga kan, kemarin dia bilang, Jokowi itu ngaco milih Susi. Sekarang saya tanya, yang ngaco Pak Jokowi atau ITB karena saya pernah dapat penghargaan Ganesha dari ITB, atau jangan-jangan dua-duanya yang ngaco?" seloroh Susi, disambut tawa para pengusaha.

Susi Pudjiastuti pernah menerima penghargaan Ganesha Widya Jasa Aditama Award dari ITB pada 2011 lalu. Susi juga pernah mendapat penghargaan Women and the Economy Summit (WES) Award pada tahun yang sama

Sebelumnya Pakar ilmu kelautan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Muslim Muin, mengatakan, posisi-posisi menteri strategis yang terkait pengembangan kemaritiman dalam Kabinet Kerja Jokowi diisi oleh orang yang tidak tepat. Pengangkatan Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, misalnya, dinilai tidak tepat oleh Muslim. Susi memang sukses dalam mengembangkan industri pengolahan hasil laut serta transportasi antar-pulau. Namun, menurut Muslim, itu tak cukup.

"Ngaco mengangkat Susi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Sukses menjadi pengusaha ikan bukan berarti bisa memimpin KKP," ungkap Muslim.

Muslim mempertanyakan apakah Susi paham mengenai teknologi kelautan, marine products economics, coastal processes, dan underwater technology. Menurut Muslim, kepakaran Susi hanyalah tentang penangkapan dan penjualan ikan.

 Susi Pudjiastuti, Tiga Suami

Sepulang kembali ke Pangandaran dari Yogyakarta, Susi memilih untuk putus sekolah. Tak lama kemudian, Susi menikah dengan Yoyok Yudi Suharyo, warga asli Pangandaran. Yoyo adalah suami pertama Susi. Mereka menikah tahun 1983 dan bercerai tahun 1988 setelah dikaruniai anak, panji Hilmansyah.

Panji yang mendalami flight engineering di Amerika Serikat, telah memberikan Susi seorang cucu, Arman Hilmansyah yang kini berusia delapan tahun. Ia memanggil neneknya itu dengan panggilan uti (penggalan dari kata eyang puteri).

Suami kedua Susi adalah Daniel  Kasier. Ia merupakan teknisi pesawat berkebangsaan Swiss. Mereka berkenalan pada tahun 1991. Setahun menjalin kasih, mereka menikah di Pangandaran pada 1992. Sayang perkawinan Susi-Daniel tak berumur panjang . keduanya bercerai pada 1999. Mereka dikaruniai satu anak perempuan, Nadine Keiser.

Daniel adalah satu-satunya mantan suami Susi yang hadir saat serah terima jabatan menteri Kelautan dan perikanan di Jakarta , Rabu (29/10). Daniel memuji mantan isterinya sebagai pribadi yang tangguh. Ia bahkan menjuluki Susi dengan panggilan “Puteri laut”.

Cerai dari Daniel, Susi menikah kali ketiga dengan pria berkebangsaan Jerman., Christian von Strombeck. Sekitar tahun 2003. Tak ada catatan pasti kapan mereka berpisah. Yang jelas, keduanya dikaruniai seorang anak , Alvy Xavier.

Tiga kali gagal membina rumahtangga, tak membuat Susi terpuruk. Ia mengaku bahagia meski hidup sebgai single parent.

Susi Pudjiastuti, Menteri Nyentrik, Bertato dan Merokok

Susi Pudjiastuti, Dipanggil Susi “Gila”


Dalam diskusi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi mengenang masa-masa lalu ketika dia menjadi nelayan kecil, dan menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah. 

"Dulu saya dipanggil Susi Gila. Saya kirim SMS ke 10 kementerian. Teriak-teriak. Result-nya apa? Masa bodoh. Sekarang, pemerintah sebut 'Kita perlu orang gila untuk gebrakan'. So I take my job," ujar Susi sambil tertawa.
Kini, setelah menjabat sebagai orang nomor satu di kementerian yang mengurusi bidang bahari, Susi mengaku semakin tak kurang kerjaan. Makin banyak saja yang ia urusi. Meski demikian, dia masih memberi kesempatan kepada para pengusaha dan nelayan dalam menyampaikan aspirasinya. "Silakan kalau mau komplain," kata dia. 

Dalam kesempatan itu, Susi menegaskan bahwa ia akan melakukan pembenahan, dimulai dari regulasi yang ada di sektor kelautan dan perikanan saat ini. Dengan nada sedih, dia bilang bahwa Indonesia adalah satu-satunya negara yang tidak punya regulasi. Akibatnya, banyak pihak asing datang dan menangkap ikan secara ilegal di wilayah perairan laut Indonesia. Susi pun mengaku ikhlas melakukan semua pekerjaan yang dihadapinya. Bahkan, dia tidak mempermasalahkan ketika gajinya kini jauh berbeda dibanding sebagai CEO maskapai Susi Air. 
"Gajinya (Menteri KKP) cuma satu persen dari gaji saya di Susi Air. Saya lillahi ta'alla, ikhlas meluangkan waktu saya, energi saya untuk negara," ucap Susi.

Susi Pudjiastuti, Menteri Nyentrik, Bertato dan Merokok

Di antara 34 menteri Kabinet Kerja yang dipercaya Presiden Jokowi, nama Susi Pudjiastuti yang paling banyak menyita perhatian publik. Ia ramai dibicarakan karena hanya lulusan SMP, hobi merokok dan memiliki tato di kaki. Bahkan, Susi nekat merokok di halaman Istana usai Jokowi mengumumkan nama-nama menteri, Minggu (26 Oktober 2014). Susi gemar menghisap cerutu Kuba.
Ia juga tampil nyentrik dibandingkan dengan 33 menteri lainnya. Rambutnya berwarna cokelat. Gaya bicaranya ceplas ceplos. Dia tak sungkan duduk di tangga Istana saat akan diwawancarai media massa.

Ia juga nyentrik dalam bekerja. Seperti Rabu (19/11/2014), beredar di media sosial, Susi  turun langsung ke lapangan menggunakan motor “Laki” . Susi yang mengendarai motor tanpa helm tersebut dikawal sejumlah anggota TNI dan Polri yang berjalan beriringan di belakangnya. Selain nyentrik, Susi Pudjiastuti dikenal sebagai orang yang keras dalam mengkritik. Bahkan mantan Presiden SBY sempat dikritiknya terkait keikutsertaan Indonesia dalam forum G20.
Soal tato unik bergambar burung di kakinya dan kebiasaannya merokok menimbulkan pro dan kontra. Ia dibully di media sosial. “Saya sedikit marah karena menggangu konsentrasi. Katanya saya disuruh kerja tetapi dikasih komentar yang jelek-jelak. Sedikit tidak fair.,” keluh Susi .

Mengenai kebiasaannya merokok, Susi berjanji akan mengurangi rokok. “Saya tidak bisa melakukan perubahan secara radikal, usia saya juga kan sudah 50 tahun,” ucapnya.

Membantah Kabar Rumahtangga Bermasalah



Rieke Diah Pitaloka, Isu Jadi Menteri

Pada tahun awal tahun 2013, Rieke memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat didampingi Teten Masduki. Mereka menamakan dirinya sebagai Paten diusung oleh PDI-P dengan nomor urut 5.
Pada saat diumumkan hasil Pilkada Gubernur - Wagub Jawa Barat, pasangan dengan nomor ururt 5 Rieke-Teten memperoleh peringkat ke 2. Mereka kalah dari pasangan Ahmad Heryawan-Dedy Mizwar.

Gagal dalam pemilukada, Rieke kembali bertarung di legilslatif. Lewat Dapil Jawa Barat VII. Di sana ia harus bertarung dengan wanita-wanita tangguh dari partai lain, sebut saja Nurul Arifin (Golkar), Putih Sari(Gerindra), Wardatul Asriah (PPP), Dhiana Anwar (Demokrat),, Liza Natalia Sari (PAN).
Nasib baik menghampiri Rieke. Ia kembali masuk ke DPR untuk periode 2014-2019.  Bahkan, Politisi dari PDIP ini, juga santer diisukan menjadi menteri dalam kabinet Jokowi. Dalam berbagai survei, nama Rieke dimasukan dalam menteri peranan Wanita. Memenanggapi isu tersebut, Rieke hanya tertawa. "Hahaha… kerjain dulu yang di depan mata. Saya kan masih anggota DPR," kata Rieke.

Kehidupan Pribadi Rieke Diah Pitaloka

Rieke mengakhiri masa lajangnya setelah menerima pinangan seorang dosen filsafat Universitas Indonesia bernama Donny Gahral Adian pada Sabtu, 23 Juli 2005, di kediaman orangtua Rieke di Garut, Jawa Barat. Di tengah kabar bahagia itu, sempat berhembus kabar tak sedap yang dihembuskan Exel J Permadi, mantan kekasih Rieke yang belakangan mengaku masih berstatus sebagai tunangannya. 

Menurut pria yang berprofesi sebagai sutradara itu, pertunangannya dengan Rieke yang telah terjalin sejak 11 Januari 2002 belum resmi putus. Maka saat mendengar kabar bahwa Rieke telah menikah, Exel pun tak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya. Meski sang mantan kekasih terus menerus memojokkannya, Rieke hanya menganggapnya sebagai angin lalu.



Rieke yang menikah di usia kepala 3 ini amat mendamba hadirnya momongan sebagai penerus keturunannya. Setelah menanti cukup lama serta mengalami dua kali keguguran, ia melahirkan bayi pertamanya pada 11 Maret 2009 ia dan suami meberi nama Sagara Kawani Adiansyah, yang dalam bahasa Sunda berarti lautan keberanian. Tanggal 9 januari 2011, tepat sehari setelah ulang tahun Rieke yang ke 38, ia melahirkan kembar laki-lakinya yaitu Misesa Adiansyah dan Jalumanon Badrika melalui operasi Caesar.

Belum lama ini, sebuah tabloid yang terkenal meliput kehidupan selebritis Tanah Air, memberitakan rumah tangga Rieke tengah bermasalah. Rieke dan suami dalam tabloid itu, membantah kabar rumahtangga mereka bermasalah.

Rieke Diah pitaloka, Masuk Panggung Politik



Rieke Diah Pitaloka, Gemar Menulis

Dari panggung teater, Rieke lalu merambah ke layar lebar. Debutnya dimulai saat menjadi salah satu aktris pendukung dalam film garapan Sutradara, Produser Nia Dinata, Berbagi Suami. Di film itu, ia berperan sebagai Dwi, seorang  perempuan yang rela dipoligami.

Setelah itu, Rieke kembali berakting dalam film antologi karya empat sutradara perempuan berjudul Lotus Requiem, yang kemudian judulnya diubah menjadi Perempuan Punya Cerita. Film tersebut menampilkan kisah empat perempuan, yakni Sumantri (Rieke Diah Pitaloka), Safina (diperankan Kirana Larasati), Esi (Shanty), dan Laksmi (Susan Bachtiar). 

Pada Desember 2001, ia mempublikasikan kumpulan puisi-puisinya dalam sebuah buku berjudul Renungan Kloset untuk pertama kali. Dua tahun kemudian, April 2003, Rieke meluncurkan 'sekuel' buku kumpulan puisi Renungan Kloset yang diberi tajuk Dari Cengkeh sampai Utrecht. Selanjutnya, Rieke kembali meluncurkan karyanya, masih berbentuk kumpulan puisi yang kali ini diberi judul UPS! pada Desember 2005. Selain rajin menelurkan karya tulisnya dalam bentuk buku, ia juga mendirikan Yayasan Pitaloka, sebuah yayasan yang bergerak di bidang sastra dan sosial kemasyarakatan. 


Rieke Diah pitaloka, Masuk Panggung Politik

Sukses di dunia seni peran, Rieke mulai merambah dunia politik. Ketertarikan Rieke pada politik tak main-main atau hanya sekadar latah mengekor jejak rekan seprofesinya yang lebih dulu berkecimpung sebagai politikus. 
Dalam sebuah kesempatan di pertengahan tahun 2007, ia menceritakan awal partisipasinya dalam kancah perpolitikan Tanah Air. "Awalnya, saya gregetan dengan hukum Indonesia yang berjalan tidak sesuai koridor. Saya juga sedih karena ada stigma bahwa di dunia politik artis cuma digunakan sebagai pajangan, hanya disuruh nyanyi, menghibur, jadi MC-nya saja. Tanpa ditanya apa punya gagasan atau diajak rapat. Saya miris melihatnya," tutur Rieke.

Terlebih lagi diakuinya, dunia politik bukanlah hal yang baru sebab pengagum Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama 
Bung Karno ini telah mempelajari seluk beluk ilmu politik sejak tahun 1995. Pada saat terjadi pergolakan yang dimotori mahasiswa yang berujung runtuhnya rezim Presiden Republik Indonesia Kedua, Soeharto.

Orde Baru, Rieke pun ikut ambil bagian. Saat itu Rieke masih berstatus mahasiswa dan tergabung dalam Gerakan Mahasiswa UI Aliansi Pro Demokrasi Anti Militerisme. Oleh karena itu, ia membantah jika ada sebagian kalangan yang mencapnya sebagai politikus instan. "Saya nggak buta-buta banget soal politik," tegasnya. 



Rieke mengaku, selama aktif dalam bidang politik, ia sering mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan lantaran terlalu vokal menyuarakan aspirasi rakyat. Ancaman pun kerap ia dapatkan dari oknum-oknum yang berseberangan pemikiran dengannya. Tapi hal itu tidak pernah menyurutkan semangatnya untuk terus menyuarakan aspirasi rakyat. 

Keseriusan dan komitmennya dibuktikan dengan berbagai jabatan yang pernah diamanatkan padanya. Rieke pernah menjabat sebagai wakil sekretaris jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB. Belakangan ia mengundurkan diri dari partai berbasis massa Islam tersebut untuk kemudian bergabung ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Partai berlogo banteng itulah yang kemudian mendukung pencalonannya sebagai caleg pada Pileg tahun 2009. Berbekal popularitasnya sebagai selebriti, Rieke yang mewakili Daerah Pemilihan Jawa Barat II berhasil melenggang ke Senayan sebagai anggota DPR periode 2009-2014 dan kembali lagi terpilih untuk periode 2014-2019. 

Rieke merupakan salah satu anggota dari Komisi IX. Bidang yang sangat Ia perhatikan adalah bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia merupakan salah satu anggota Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)

Rieke Diah Pitaloka, Mengikis Image Oneng





Rieke Diah Pitaloka kembali terpilih menjadi anggota DPR. Bahkan, ia
diisukan menjadi menteri dalam susunan kabinet presiden terpilih Jokowi Widodo. Berikut kisah Rieke.


Rieke Diah Pitaloka, Terkenal “Oneng”

Rieke Diah Pitaloka Intan Permatasari, demikian nama yang diberikan oleh orangtuanya. Ia lahir di Garut, Jawa Barat pada 8 Januari 1974.

Rieke mulai dikenal publik lewat iklan kondom Sutra dengan ucapan nakalnya, “meong…. “. Kemudian ia yang mengawali kariernya sebagai aktris sinetron, semakin dikenal lewat sitkom Bajaj Bajuri. Dalam sinetron komedi yang tayang di Trans TV itu, ia beradu akting dengan komedian Mat Solar yang berperan sebagai seorang supir bajaj bernama Bajuri. 

Di sinetron besutan Aris Nugraha itu, Rieke berperan sebagai Oneng, istri Bajuri, yang berkarakter polos bahkan terkesan blo'on. Peran yang kerap mengundang tawa itu akhirnya berhasil memancing kekaguman pemirsa atas aktingnya. Penghargaan dari Forum Film Bandung 2003 sebagai Aktris wanita Terpuji pun berhasil disabet Rieke.

Di sela-sela padatnya aktivitas, Rieke juga aktif menulis. Selain tentang politik, politikus yang vokal memperjuangkan nasib kaum hawa ini juga gemar merangkai kata menjadi sebuah puisi indah.

Ia juga figur yang amat mementingkan pendidikan. Di tengah puncak kariernya, Rieke tetap berusaha menimba ilmu. Setelah berhasil meraih gelar sarjana di bidang filsafat dan sastra, perempuan yang kerap disapa Keke ini meneruskan studinya ke jenjang S-2 jurusan Filsafat Universitas Indonesia (UI). 

Sejak lulus S2 pada Agustus 2004, ia getol menawarkan tesisnya ke penerbit. Kemudian penerbit Galang Press mau menerbitkannya. Menurut Rieke, Tesisnya yang kemudian dijadikan buku dengan judul Kekerasan Negara Menular ke Masyarakat yang resmi diluncurkan pada 19 Oktober 2004, ia persembahkan untuk Indonesia anti-kekerasan.

"Saya sangat prihatin bahwa kini kekerasan juga tak hanya dilakukan oleh aparat tapi juga oleh kita semua, malah dalam lingkungan keluarga," katanya. 

Acara peluncuran bukunya yang diselenggarakan di Taman Ismail mardjuki dihadiri sejumlah tokoh seperti Butet Kartaredjasa, Djaduk Ferianto, mantan Menneg Pemberdayaan Perempuan Khofifah Indar Parawansa serta Abdurrahman Wahid dan istri. 



Rieke Diah Pitaloka, Mengikis Image Oneng

Suskses berperan sebagai Oneng di sitcom bajaj Bajuri, rupanya membuat Rieke Diah pitaloka jengah. Imej Oneng terus melekat di dirinya. Dengan menjajal dunia teater, ia berharap bisa melepaskan imej Oneng yang selama bertahun-tahun melekat padanya.

"Aku ingin image Oneng yang o'on hilang dari diriku makanya lewat pementasan ini aku akan coba mengikis image tersebut sedikit demi sedikit," ungkapnya pada acara jumpa pers pementasan teater yang berjudul 'Cipoa' yang digelar di pertengahan Juni 2007. 

Tandem presenter Ferdy Hasan dalam acara Good Morning Trans TV ini mengakui masyarakat memang sudah mengenal dirinya sebagai Oneng dan itu tidak dapat dipungkiri namun menurutnya hal itu tidak baik kalau dibiarkan terus menerus.



Rieke mencontohkan Didi Petet yang waktu itu sudah melekat dengan tokoh bencong bernama Emon yang ia perankan dalam film Catatan Si Boy. Namun karena sedikit demi sedikit dikikis akhirnya image tersebut hilang dari diri Aktor Didi Petet. "Aku ingin mencontoh langkah Kang Didi yang sukses menghilangkan image tokoh Emon," demikian Rieke mengungkap tekadnya.

Dalam panggung teater, ia pernah ikut dalam pementasan teater bertajuk Jangan Menangis Indonesia bersama Teater Mandiri pimpinan Sastrawan Putu Wijaya pada tahun 2003. Di tahun yang sama, Rieke juga tampil dalam pertunjukan teater Ekstrim!! bersama Shakespeare Theatre. Jika sebelumnya ia hanya tampil sebagai pemain di tahun 2008, Rieke mulai mengembangkan kemampuannya sebagai pemain sekaligus produser dan penulis naskah dalam pertunjukan teater Monolog Perempuan Menuntut Malam.

Banyak Sponsor dan Artis Meriahkan Pernikahan Nagita-Raffi




Nagita Slavina, Tak Keberatan Raffi Undang Mantan Pacar

Gigi tak keberatan dalam pernikahannya kelak akan hadir mantan-mantan kekasih dari Raffi Ahmad. Sekalipun Yuni Shara, wanita yang diketahui terakhir sebelum Gigi dan paling lama yang menjadi pacar Raffi Ahmad. Bahkan Gigi, rela menemani Raffi untuk menemui mantan kekasihnya hanya sekedar memberi undangan pernikahan sambil kembali merekatkan tali silaturahmi.
“Semua diundang kok. Semua mantannya nanti diundang,” kata Nagita. “Kalau mantan Gigi gua yang undang,” timpal Raffi.

Beberapa tahun terakhir Raffi Ahmad dan Yuni Shara diketahui tak pernah bertemu secara langsung. Juga tak menjalin komunikasi. Akhirnya, di bulan September 2014, Raffi dan Yuni kembali bertemu.  Ada Nagita juga dalam pertemuan itu. Foto-foto pertemuan itu diunggah Yuni dalam instagramnya. Yuni mengaku sudah baikan dengan Raffi. Mantan-mantan kekasih dari Raffi pun bersedia hadir seperti Laudya Chintya Bella, Velove Vexia, dan termasuk Yuni Shara. Mereka juga mendoakan agar pernikahan Raffi dan Nagita bisa langgeng sampai hayat memisahkan mereka.


Banyak Sponsor dan Artis Meriahkan Pernikahan Nagita-Raffi

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina akan melangsungkan pernikahan pada 17 Oktober 2014 mendatang secara megah. Tak ayal , pernikahan tersebut akan menelan biaya besar. Bahkan digadang-gadang menjadi royal wedding dengan menelan biaya miliaran rupiah.  
Oleh sebab itu, Raffi tak malu mencari sponsor untuk pelaksanaan pernikahannya tersebut. “Saya mah jujur aja hari gini susah cari uang. Kalau ditanya berapa biaya nikahnya, habisnya nanti nol rupiah karena semua pakai sponsor,” kata Raffi.  




Namun ada yang tak akan menggunakan sponsor yaitu cincin pernikahan. “Takut famali,” katanya. Padahal menurut Raffi sudah banyak tawaran untuk mendanai cincin pernikahannya.
Tak hanya sponsor, rekan-rekannya sesame artis juga mengaku siap meriahkan pernikahan Nagita dan Raffi. Sebut saja Luna Maya yang akan mngosongkan jadwal pada pernikahan rekannya tersebut. Deny ‘Cagur’, Ayu Dewi dan banyak lagi. Tak ketinggalan penyanyi dan band papan atas juga mengaku siap meriahkan pernikahan Raffi dan Nagita tanpa diungut biaya.

Nagita Slavina, Awalnya Tolak Raffi Ahmad




Gigi menguak soal asmaranya dengan Raffi Ahmad. Awalnya, Ia sempat menolak Raffi.  Namun, Raffi yang memiliki pengalaman asmara dengan banyak wanita, akhirnya bisa menaklukan hatinya.

Memang Gigi tak menguak secara detil mengapa ia pada awalnya menolak cinta Raffi. Diduga hal itu karena track record Rafffi yang seakan tak pernah serius dalam menjalin asmara. Sebut saja Laudya Chintya Bella, Tyas Mirasih, Bunga Zainal, sampai Yuni Shara sempat menjadi kekasih Raffi. Namun tak ada yang sampai ke pelaminan sehingga cap playboy pun selalu membuntuti Raffi.  “Yah, pokoknya nggak mau aja awalnya,” kata Gigi malu-malu.

Ditolak, Raffi tak patah arang. Melalui pengalaman menaklukan hati beberapa wanita cantik, Raffi akhirnya bisa meluluhkan hati Gigi. Diceritakan Gigi, Raffi mencoba langkah dengan mendekati orangtuanya terlebih dahulu. “Dia deketin orangtuaku dulu,” kata Gigi.

Hmmm… cara Raffi diakui  Gigi berhasil. Raffi pun dengan bangga bercerita kepada media karena sudah bisa menjadikan Gigi kekasihnya. Bahkan, dengan nada sedikit menyombongkan diri, kini Gigi seakan tak bisa jauh darinya “Sekarang mah ditanyain mulu. Kayak nggak mau lepas,” kata Raffi.



Nagita Slavina, Dilamar Raffi Ahmad

Petualangan cinta Raffi Ahmad berakhir. Ia sudah menentukan pilihan untuk mengakhiri masa lajangnya dengan Gigi. Raffi melamar Gigi pada Sabtu (9/8/2014) malam. Lamaran yang digelar di di Apartemen Capital, SCBD, Jakarta Selatan itu berlangsung meriah dan sangat romantis.

Mencuatnya kabar lamaran Raffi dan Nagita bermula dari foto yang diunggah Melly Goeslaw di akun Instagramnya. Dalam foto tersebut terlihat foto Raffi, Nagita beserta keluarga setelah acara lamaran. Keterangan foto yang ditulis Melly juga merujuk pada momen bahagia yang baru saja berlangsung.

"Alhamdulillaah..lamaran sudah diterima, Insya Allah semuanya lancar #mellygoeslaw #raffiahmad #gigi #nagita #lamaran," tulis Melly Goeslaw dalam akun Instagramnya. 

Prosesi tersebut kemudian diungkapkan juga oleh sepupu Raffi, Ai Sadika, yang juga turut hadir dalam acara lamaran tersebut.





Dalam acara lamaran tersebut, ada prosesi tukar cincin antara Raffi dan Nagita. Raffi yang tampil rapi mengenakan busana batik berwarna kuning memberikan cincin sambil berlutut dihadapan Gigi (sapaan akrab Nagita) yang mengenakan kebaya berwarna senada.

"Aku ingin mempersuntingmu untuk yang pertama dan terakhir," demikian yang terucap dari Raffi untuk Nagita saat sambil memberikan cincin.

Dalam acara lamaran tersebut, ditetapkan tanggal pernikahan mereka, 17 Oktober 2014 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta. Raffi dan Gigi berencana menggelar dua pesta. Di Jakarta dan Bali. Untuk di Bali mereka ingin mengadakan pesta resepsi romantic yang hanya dihadiri kalangan terbatas.

Raffi dan Nagita sudah memesan baju untuk pernikahan ke designer terkenal Indonesia, Anne Avannte termasuk untuk baju atau seragam untuk anggota keluarga lainnya.