Luna Maya dikenal luas sebagai artis multitalenta. Dengan seabrek talenta yang dimilikinya, gadis cantik bertubuh tinggi ini menjadi cepat dikenal. Namun dalam hal asmara, gadis kelahiran Denpasar, 26 Agustus 1983 ini kurang beruntung. Bahkan karena asmaranya dengan Ariel, karier yang dibangunnya dengan susah payah, runtuh dalam sekejap. Berikut kisahnya.
Luna Maya, Berawal dari Cover Girl
Luna
Maya Sugeng begitu nama aslinya. Ia lahir di Denpasar, 26 Agustus 1983.
Ia memiliki darah campuran Austria-Indonesia. Dengan segudang talenta
yang dimilikinya, gadis cantik bertubuh tinggi semampai ini menjadi
cepat dikenal.
Berbekal
keinginan kuat menjadi artis, Luna Maya hijrah dari Bali ke Jakarta.
Saat di Jakarta, sambil berkarier, untuk sementara waktu ia tinggal di
rumah Jay Subiakto. “Mas Jay adalah salah satu orang yang berjasa bagi saya. Saya banyak belajar dari dia. Dia artistic banget,” kata Luna.
“Sebenarnya
saya yang punya hutang jasa pada keluarga Luna. Karna adik saya Aria
tinggal di rumah keluarga Luna. Jadi saat Luna ingin berkarier ke
Jakarta, kenapa nggak tinggal di rumah saya,” kata Jay.
Jay
melihat potensi besar pada Luna Maya. Ia kagum dengan jalan karier yang
dilalui Luna. “Luna ini punya Fighting Spirit. Dia berkarier punya
sopan santun dengan tidak menghalalkan segala cara. Dia berkarier lewat
skill. Sejak jadi foto model sampai sekarang, perkembangan kariernya
luar biasa,” kata Jay.
Luna
mengawali kariernya sebagai cover girl majalah Aneka Yess! pada tahun
1999. Luna saat itu menjadi juara tiga. Kemudian kariernya berlanjut
dengan menjadi model video klip pada tahun 2000’an untuk band Sheila On 7
dan Naff. Nasib baik terus berlanjut. Luna membintangi sejumlah iklan
dan menjad model catwalk.
Dari
dunia modelling itulah cewek yang memiliki hobi jalan-jalan dan membaca
ini akhirnya mengenal dunia seni peran. Luna pertama kali masuk ke
dunia akting dengan memerankan tokoh Barbara dalam film 30 Hari Mencari
Cinta (2004). Meski tokoh yang diperankannya bukan tokoh utama, namun
akting Luna terbilang sukses. Dari situ, Luna mendapat tawaran lagi
untuk bermain film layar lebar dalam film "Brownies" (2005).
Seperti
asik menjadi artis peran, kesempatan besar kemudian hinggap pada Luna.
Ia mendapat peran utama pada film layar lebar bergenre horor dengan
judul Bangsal 13 (2005).
Sukses
memerankan tokoh Mina dalam film tersebut, Luna kebanjiran order main
film. Beberapa judul film yang setelahnya dibintangi Luna adalah Cinta
Silver (2005), Ruang (2006), Coklat Stroberi (2007), Asmara Dua Diana
(2009) dan Janda Kembang (2009).
Akting
yang dilakoninya di film-film tersebut membawa nama Luna sebagai
nominasi di berbagai ajang penghargaan film di Indonesia. Salah satu
nominasi yang dimenangkannya adalah Artis Wanita Terfavorit versi
Indonesia Kids' Choice Awards tahun 2009.
Artis
yang memiliki darah keturunan Austria itu tak hanya eksis di dunia seni
peran layar lebar. Terhitung beberapa judul sinetron dan FTV juga tak
luput dibintanginya. Sebut saja sinetron Kau dan Aku dan Rahasiaku
(2005). Judul FTV yang pernah dibintangi Luna Maya antara lain From
Medan With Love dan Demi Silvy Kurela Jadi Babysitter (2011).
Gadis
yang didaulat produk sabun Lux untuk menjadi ikonnya pada tahun 2006
ini juga dikenal sebagai presenter. Salah satu acara yang membuat
namanya semakin dikenal sebagai presenter adalah acara musik "Dahsyat".
Luna juga beberapa kali mendapat kehormatan menjadi presenter pada acara
live.
Selain sukses di dunia hiburan tanah air, Luna juga memiliki bisnis butik di bilangan Jakarta dan Bandung.
Dalam
perjalanan kariernya, Luna meraih banyak penghargaan di antaranya
meraih sejumlah nominasi di ajang penghargaan film nasional. Ia pernah
didaulat menjadi Pembawa obor di olimpiade Beijing 2008, Duta WWF
Indonesai 2008, dan banyak lagi.
Luna, sempat menyandang lima artis Indonesia paling kaya versi majalah Globe Asia pada 2008.
Luna Maya, Jajal Dunia Tarik Suara, Sutradara dan Produser
Seakan
tak mau terpaku dengan satu bidang, Luna Maya yang senang dalam
mengeksplore diri ini mencoba peruntungan di dunia tarik suara. Awal
mula terjunnya Luna di bidang ini dengan menjadi salah satu dari tiga
penyanyi yang membawakan lagu tema Indonesian Theme Song for EURO 2008
yang berjudul Play. Ia membawakan single ini dengan dua artis lainnya,
Dewi Sandra dan Sandra Dewi.
Kemudian
Luna merilis single Suara (Ku Berharap). Lagu yang sebenarnya milik
band Hijau Daun ini dinyanyikan lagi oleh Luna setelah diaransemen
ulang. Single lainnya yang dirilis Luna adalah Menuju SurgaMu (2009),
Tak Bisa Bersamamu (2010) dan Biarlah (2011). Ia juga sempat berduet
dengan band Killing Me inside merilis single berjudul Biarlah.
Meski
sudah banyak mengeluarkan banyak single lagu, untuk menyanyi di atas
panggung, Luna mengaku suka tak percaya diri. Agak sedikit nggak Pede
aja,” akunya.
Ia
juga tak terlalu banyak berharap dengan kariernya di dunia tarik suara.
Sebab, ia tak terlalu berkeinginan kuat menjadi seorang penyanyi. “Suka
nyanyi iya. Tapi nggak pengin dikenal sebagai penyanyi,” ucapnya.
Setelah
sukses menjadi artis peran, presenter, dan penyanyi, Luna yang haus
akan ilmu, menjajal menjadi produser rekaman. Ia diketahui sempat
memproduseri penyanyi Dea Ananda dalam lagu berjudul Kau Tak Setia. Tak
hanya itu, ia juga menjajal profesi baru dengan memproduseri sekaligus
menjadi sutradara film. Film yang diproduseri dan disutradarainya adalah
film Pintu Harmonika (2013).
Di
film tersebut, Luna Maya menggandeng Sigi Wimala dan Ilya Sigma untuk
membantunya membesut film begenre Omnibus tersebut. Selain itu, Luna
Juga diketahui pernah menyutradarai film pendek berjudul Suci and The
City.
“Saya
sadar menjadi artis memiliki kadaluarsa. Oleh karena itu wawasan harus
dibuka dengan banyak belajar dan berani berbuat,” kata Luna.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar