Susi Pudjiastuti, Dipanggil Susi “Gila”
Dalam
diskusi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Menteri
Kelautan dan Perikanan Susi mengenang masa-masa lalu ketika dia menjadi
nelayan kecil, dan menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah.
"Dulu
saya dipanggil Susi Gila. Saya kirim SMS ke 10 kementerian.
Teriak-teriak. Result-nya apa? Masa bodoh. Sekarang, pemerintah sebut
'Kita perlu orang gila untuk gebrakan'. So I take my job," ujar Susi
sambil tertawa.
Kini,
setelah menjabat sebagai orang nomor satu di kementerian yang mengurusi
bidang bahari, Susi mengaku semakin tak kurang kerjaan. Makin banyak
saja yang ia urusi. Meski demikian, dia masih memberi kesempatan kepada
para pengusaha dan nelayan dalam menyampaikan aspirasinya. "Silakan
kalau mau komplain," kata dia.
Dalam
kesempatan itu, Susi menegaskan bahwa ia akan melakukan pembenahan,
dimulai dari regulasi yang ada di sektor kelautan dan perikanan saat
ini. Dengan nada sedih, dia bilang bahwa Indonesia adalah satu-satunya
negara yang tidak punya regulasi. Akibatnya, banyak pihak asing datang
dan menangkap ikan secara ilegal di wilayah perairan laut Indonesia. Susi
pun mengaku ikhlas melakukan semua pekerjaan yang dihadapinya. Bahkan,
dia tidak mempermasalahkan ketika gajinya kini jauh berbeda dibanding
sebagai CEO maskapai Susi Air.
"Gajinya
(Menteri KKP) cuma satu persen dari gaji saya di Susi Air. Saya lillahi
ta'alla, ikhlas meluangkan waktu saya, energi saya untuk negara," ucap
Susi.
Susi Pudjiastuti, Menteri Nyentrik, Bertato dan Merokok
Di
antara 34 menteri Kabinet Kerja yang dipercaya Presiden Jokowi, nama
Susi Pudjiastuti yang paling banyak menyita perhatian publik. Ia ramai
dibicarakan karena hanya lulusan SMP, hobi merokok dan memiliki tato di
kaki. Bahkan, Susi nekat merokok di halaman Istana usai Jokowi
mengumumkan nama-nama menteri, Minggu (26 Oktober 2014). Susi gemar
menghisap cerutu Kuba.
Ia
juga tampil nyentrik dibandingkan dengan 33 menteri lainnya. Rambutnya
berwarna cokelat. Gaya bicaranya ceplas ceplos. Dia tak sungkan duduk di
tangga Istana saat akan diwawancarai media massa.
Ia
juga nyentrik dalam bekerja. Seperti Rabu (19/11/2014), beredar di
media sosial, Susi turun langsung ke lapangan menggunakan motor “Laki” .
Susi yang mengendarai motor tanpa helm tersebut dikawal sejumlah
anggota TNI dan Polri yang berjalan beriringan di belakangnya. Selain
nyentrik, Susi Pudjiastuti dikenal sebagai orang yang keras dalam
mengkritik. Bahkan mantan Presiden SBY sempat dikritiknya terkait
keikutsertaan Indonesia dalam forum G20.
Soal
tato unik bergambar burung di kakinya dan kebiasaannya merokok
menimbulkan pro dan kontra. Ia dibully di media sosial. “Saya sedikit
marah karena menggangu konsentrasi. Katanya saya disuruh kerja tetapi
dikasih komentar yang jelek-jelak. Sedikit tidak fair.,” keluh Susi .
Mengenai
kebiasaannya merokok, Susi berjanji akan mengurangi rokok. “Saya tidak
bisa melakukan perubahan secara radikal, usia saya juga kan sudah 50
tahun,” ucapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar