Rabu, 20 Januari 2016

Rafii & Nagita Mengelar Pesta Di Bali




Konsep Private Party Raffi-Nagita di Bali

Setelah mengelar ijab kabul dan resepsi di Jakarta, pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina berencana akan mengadakan privat party untuk teman dekat dan keluarga. Acara yang aka digelar di Alila Hotel, Tabanan, Bali itu akan berkonsep hangat dan romantis agar kedua mempelai dapat semakin dekat dengan para tamu yang hadir.“Tanggal 25 oktober. Temanya internasional, romantic, casual, elegan dan warm. Kenapa warm karena Raffi dan Gigi hanya mengundang kalangan terbatas, teman, sahabat yang akrab dengan mereka. Sekitar 300 undangan,” ucap wedding organizer pernikahan Raffi dan Nagita, Renatha Tabhita.

Sementara itu dekorasi yang akan menghiasi tempat kembali diucakpkannya janji suci Raffi-Nagita akan bernuansa alam dengan bunga serba putih. Sementara format acara akan ada foto di kala sunset dan dinner bersama kedua mempelai.“Dekorasinya glamourastic, nuansa kayu, plus bunga colour themenya itu putih, hijau dan fuschia,” tambah Rena.
“Acaranya meliputi prosesi mempelai, pengucapan janji antara Raffi ke Gigi dan Gigi ke Raffi, family gathering dan foto saat sunset, cocktail party, dinner, entertainment. Momen sunset itu indah di Alila Villa Soori, Tabanan, Bali. Entertainmentnya akan menampilkan beberapa band kesukaan Raffi dan Gigi,” imbuh Rena.

Semantara Raffi  mengungkapkan bahwa hal itu merupakan keinginan Nagita yang berusaha ia wujudkan.“Yang resepsi Jakarta itu indonesia banget. Yang di Bali itu internasional banget. Pengin tamunya pakai baju warna putih, kecuali pengantinnya itu warna pink, itu permintaan Gigi, gue mah ikut saja. Saya mau foto pas sunset, karena buat kenang-kenangan ya,” tuntas Raffi.
Resepsi Raffi-Nagita di Jakarta pada 19 Oktober 2014, berlangsung dengan nuansa adat Jawa. Raffi dan Nagita menyebar sekitar 3 ribu undangan untuk yang di Jakarta. Undangan tersebut diberi Barcode agar orang yang tak memiliki undangan tidak bisa sembarang masuk.


Raffi-Nagita Pernah Pacaran di Sinetron

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, rupanya pernah bertemu dalam satu sinetron, Tikus dan Kucing MEncari Cinta (2006). Bahkan dalam sinetron tersesut, Raffi diceritakan menjadi kekasih Nagita. Sinetron tersebut selain dibintangi Raffi dan Nagita juga diperkuat dengan acting Bunga Zainal, Dimas Beck, Tya Aristia.
Dari pemeran sinetron tersebut, justru Bunga Zainal yang lebih awal dipacari Raffi Ahmad. Cinta Raffi dan Nagita baru bersemi sekitar awal 2014. Itu pun diakui Raffi erjuangannya sangat sulit lantaran dirinya sempat ditolak Nagita.
Dsiinggung mengenai masa lalu Raffi yang dicap Playboy, Gigi tak peduli."Mungkin, kemarin belum ketemu aja. Playboy apa nggak, belum ketemu aja sama pasanganya," kata Nagita saat jumpa pers usai menikah.



Inilah hidup yang penuh dengan misteri. Raffi pun tak menyangka  jodohnya ternyata Gigi, wanita yang dahulu luput dari perhatiannya, walau sempat main satu sinetron dengannya. Bagi Raffi, saat ini adalah bagaimana menatap ke depan untuk membina rumahtangganya agar menjadi keluarga Sakinah, Mawadah, Warahmah. "Apapun kembali sama kita berdua. Niatnya baik, dan suci. Saya juga awalnya nggak tahu menikah tahun ini, nggak pacaran juga kita. Jodoh bisa ditemui dimana saja. Dulu nggak menyangka karena awalnya dia (Nagita) nggak mau sama saya. Tapi, akhirnya saya berlabuh sama Nagita," Kata Raffi

Fakta Unik Pernikahan Raffi-Nagita


Disiarkan Secara Langsung Dua Stasiun Televisi

Pernikahan Raffi Ahmad –Nagita Slavina berlangsung sangat meriah. Pernikahan mereka dikemas oleh dua stasiun televisi swasta untuk disiarkan secara langsung.  Adalah Trans Tv dan RCTI yang mendapat hak siar ekslusif untuk pernikahan Raffi-Nagita.

Trans tv mendapat hak ekslusif penyiaran untuk tanggal  16, dan 17 Oktober 2014 dengan meliput persiapan pernikahan kedua mempelai hingga akad nikah. Adapun untuk resepsi, hak ekslusi didapatkan oleh  RCTI
Faktor kedekatan, kata Hadiansyah Lubis selaku manajer humas Trans TV, yang menjadi alasan Trans Tv dan Raffi Ahmad sepakat menjadikan pesta pernikahan mewah tersebut ditayangkan secara ekslusif.  
“Raffi adalah bagian dari Trans TV, sering tampil di sini. Oleh sebab itu, wajar Trans Tv memberi ruang menampilkan momen penting Raffi secara khusus di Trans Tv,” kata Hadiansyah.

Hal senada juga dikatakan executife produser tayangan Dahyat RCTI. Kabarnya pihak televisi harus membayar mahal atas hak ekslusif pernikahan Raf-Nagita. Menurut sumber, sampai berkisar Rp. 5 Miliar. Namun baik Hadiansyah dan Opa keberatan untuk mengatakan nominal membeli hak siar.
Siaran langsung selama berhari-hari ini, rupanya menjadi perhatian khusus lembaga peniaran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). KPI menilai program siaran Janji Suci Raffi dan nagita yang disiarkan secara langsung pada tanggak 16 dan 17 oleh Trans TV, telah dimmanfaatnkan bukan untuk kpentingan publik.

KPI memutuskan bahwa penayangan tersebut telah melangar pedoman perilaku penyiaran tahun 2012 pasal 11 ayat (1).
Selain sanski administrasi teguran tertulis, Trans Tv diminta agar tidak menyangkan kembali (rerun) serta tidak mengulangi kesalahan serupa di kemudian hari.    

Fakta Unik Pernikahan Raffi-Nagita

Raffi Ahmad telah resmi menjadi suami Nagita Slavina (Gigi). Mereka resmi menjadi sepasang suami-istri setelah melakukan proses ijab kabul  di Hotel Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Jumat (17/10), sekitar pukul 15.45 WIB.

Di momen sakral itu, Raffi dan Nagita tampil sangat menawan menggunakan busana rancangan rumah mode Kwang Tung. Raffi tampil dengan beskap berwarna putih dengan aksen berupa payet di bagian leher hingga dada.

Untuk bawahannya, Raffi memadukannya dengan kain batik. Untuk melengkapi penampilannya, pria 27 tahun itu mengenakan kalung dari rangkaian bunga melati, serta blangkon.

Busana Raffi sempat menjadi bahan pembicaraan seperti blangkon dan baju yang dikenakan Raffi terlihat kebesaran."Blangkonnya kebesaran dan sedang diakali, karena kepala saya terlalu kecil," kata Raffi, menjelaskan  mengenai blangkonnya yang kebesaran.




Tak hanya itu, cincin yang digunakan Raffi juga jadi perbincangan karena kekecilan. Ia berkata selain terlalu singkat memesan cincin tersebut, juga sengaja memilih cincin yang sulit dilepas. Raffi baru memesan cincin pernikahan tiga hari sebelum akad nikah.

"Emang cari yang kekecilan. Biar susah dilepas karena Gigi pesen agar cincinya jangan dilepas," kata Raffi seraya tertawa.

Sebelumnya, pada saat menggelar acara siraman, Kamis (16/10), Raffi yang terkenal cuek, juga diketahui sempat dua kali mengganti peci karena kebesaran. Setidaknya itu yang dikatakan beberapa tamu undangan.

"Peci yang dipakai sama Raffi kegedean. Kelihatan banget longgar. Tadi ada dua pecinya, tapi dua-duanya juga kegedean," ungkap salah seorang tamu usai mengikuti acara pengajian di kediaman Raffi, Green Andara Residences.

Raffi Ahmad Akhirnya Resmi Menikah

17 Oktober 2014 menjadi momen bersejarah bagi Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Mereka resmi menjadi sepasang suami istri setelah melewati proses ijab Kabul di Hotel Ritz Carlton SCBD Sudirman, Jakarta. Pernikahan mereka bisa dibilang termewah dan termegah sampai disiarkan secara langsung dua stasiun televisi swasta.


Raffi Ahmad-Nagita Slavina Resmi Menjadi Suami-Istri

Tak butuh waktu lama bagi Raffi Ahmad menentukan Nagita Slavina (Gigi) sebagai pendamping hidupnya. Melalui proses pacaran yang singkat Raffi dan Gigi akhirnya menikah pada Jumat, 17 Oktober 2014 di Hotel Ritz Carlton SCBD, Sudirman Jakarta.
Dengan satu tarikan nafas, Raffi lancar mengucapkan kalimat ijab Kabul pernikahan. “Saya terima nikahnya Nagita Mariana Tengker binti Gideon Tengker dengan mas kawin tersebut dibayar tunai,” ucap Raffi disambut ucapan sah dari para saksi pernikahan.
Dalam proses ijab Kabul, Raffi menunjuk Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai saksinya. Sedangkan saksi untuk Nagita adalah Qurais Shihab.

Setelah dinyatakan sah menjadi suami Nagita, raut wajah Raffi yang semula tegang , tampak hilang berganti dengan senyuman. Sesaat sebelum ijab Kabul berlangsung, Ekspresi panik dan tegang Nampak dari wajah Raffi. Ia sempat mondar mandir nggak jelas dan keringetan. Rancana Ijab Kabul yang seharusnya dimulai pukul 14.00 WIB, hingga pukul 14.30 WIB belum juga kunjung dimulai. Akhirnya proses sacral tersebut bisa dirampungkan Raffi sekitar pukul 14.45 WIB.
Dalam proses ijab Kabul tersebut, Raffi memberikan uang sebesar Rp. 17. 002. 214 sebagai mahar atau mas kawin pernikahan. Mas kawin tersebut disesuaikan dengan tanggal dan tahun bahagia mereka. “Tanggal 17 hari pernikahan dan tanggal lahir kami juga. 2014 adalah tahun menikah,” ucap Raffi.
  
Proses Adat yang Kental Warnai Pernikahan Raffi-Gigi

Setelah proses ijab Kabul, Raffi yang semula sendiri di ruangan Glass House lantai 8 Hotel Ritz Carlton, kemudian dipertemukan dengan sang istri. Dalam adat Jawa, upacara ini disebut dengan Panggih atau temu manten.
Setelah itu Raffi dan Nagita melakukan ritual adat lainnya seperti Balangan Suruh atau lempar sirih yang dilanjutkan Wiji Dadi, Bobot Timbang, Kacar kucur , Dahar Klimah, Mertui atau jemput besan dan sungkeman.
Dalam prosesi akad nikah, memang sangat kental dengan tradisi adat Jawa. Begitu pun dengan resepsi pernikahan yang berlangsung pada Minggu, 19 ktober 2014 di Hotel Ritz Carlton SCBD Jakarta. Hanya pada resepsi pernikahan yang kedua di Bali pada tanggal 25 Oktober, mereka menggelar pernikahan bernuansa internasional.


Menurut Raffi, sebagai pria, dirinya hanya mengikuti adat istiadat yang berlaku di keluarga istrinya. Orangtua Nagita berasal dari daerah Istimewa Yogyakarta.
Meski banyak terlihat kental adat Jawa, namun Raffi tak begitu saja melupakan adat istiadat di tanah kelahirannya, Tanah Pasundan atau Sunda.
“Saya mah mengikuti mereka saja mengunakan adat Jawa, tapi saya nggak melupakan di mana tempat saya lahir. Makanya pas acara sungkeman menggunakan adat Sunda,” kata Raffi yang juga sengaja menunjuk Walikota Bandung Ridwan Kamil sebagai saksinya karena bentuk rasa cintanya dengan Bandung, Kota kelahirannya. 

Satu hari sebelum akad nikah, Raffi dan Gigi pada Kamis (16/10/2014) melakukan ritual sungkeman dan siraman di rumah masing-masing dengan menggunakan adat istiadat masing-masing. Raffi di kediamannya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta dengan menggunakan adat Sunda. Sedangkan Nagita di kediamannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan dengan menggunakan adat Jawa. Siraman dilakukan dengan menggunakan air yang diambil dari tujuh sumber mata air yang berada di Mekkah.
Usai melakukan siraman dan sungkeman, pada malam harinya, Raffi berkunjung ke rumah Nagita guna melaksanakan adat Jawa bernama Mododareni.
 

Luna Maya, Bangkit Usai Kasus Video Porno






Luna Maya, “Jatuh” Karena Video Porno

Pada tahun 2009, Luna Maya menjadi buruan media karena menjalin kasih dengan Nazriel Irham atau lebih dikenal Ariel, vokalis band NOAH (dahulu Peterpan-red).
Nampaknya, Luna tak terlalu suka kehidupan pribadinya menjadi konsumsi media. Pada akhir tahun 2009, Luna bermasalah dengan awak media infotainment karena sikapnya yang tak hati-hati dengan member pernyataan emosional di jejaring sosial twitter mengenai infotainment. "Infotainment derajatnya lebih hina daripada pelacur dan pembunuh! May your souls burn in hell!" tulis Luna dalam akun Twitter-nya.

Pernyataan Luna di Twitter muncul sesaat setelah kamera salah satu kru 
infotainment membentur kepala Alleia, putrid Ariel. Saat itu, Luna, Ariel dan putrinya sedang menghadiri film yang dibintangi Ariel, Sang Pemimpi.
Pro kontra pun tak terhindarkan pasca penghinaan Luna terhadap media yang akhirnya membuat Luna menghapus dan meminta maaf atas kicauannya tentang media di twitter. "Maaf yaa semua untuk twit yg gak penting itu, tp untuk yg mengerti makasih bgt, tp untuk yg gak ngerti jg maaf...,"

Kasus Luna Maya ini mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan, bahkan melebar ke masalah-masalah lain:PBNU bahkan sampai mengeluarkan fatwa haram terhadap infotainment. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menolak infotainment bagian dari jurnalis. desakan yang makin kuat untuk segera diperbaikinya UU ITE hingga masuk dalam catatan HAM Amerika Serikat.
Tak lama setelah kasus dengan infotainment, pada Juni 2010, beredar video porno Luna bersama Ariel. Akibat kasus video porno itu, Luna harus bermasalah dengan hukum dan tentunya mendapat cemooh dari publik. Namun akhirnya ia bisa lolos dari jerat hukum. Hanya Ariel yang diganjar hukum penjara 3 tahun 6 bulan oleh Pengadilan Negeri Bandung.
Selain itu, akibat kasus video porno yang mendapat perhatian dari media dalam dan luar negeri itu,  membuat karier Luna yang dirintis selama bertahun-tahun, hancur. Dimulai dari Unilever yang memutuskan kontraknya sebagai ikon LUX, kemudian menyusul Toshiba. Acara music Dahsyat juga setelah adanya video tersebut tak lagi menampilkan Luna Maya selaku host-nya.

Luna Maya, Bangkit Usai Kasus Video Porno

Sempat surut karena kasus video porno, rupanya tak memupuskan semangat Luna dalam berkarya dalam dunia hiburan Indonesia. Perlahan-lahan Luna Maya bangkit dari keterpurukan setelah terjerat kasus video porno dengan kembali menekuni kariernya di dunia hiburan.
Langkah awal Luna dengan mempromosikan single Tak Bisa Bersamamu dan kemudian bermain di sinetron Nada Cinta yang tayang pada Januari 2011. Sang produser, Manoj Punjabi, selaku produser Nada Cinta mengatakan alasannya untuk menggaet Luna dalam sinetron itu, meski tengah tersangkut kasus video porno. “Saya melihat masyarakat sudah bisa memafkan Luna. Masyarakat sudah memafkan kenapa kita nggak,” ujarnya waktu itu.
Langkah Luna kemudian dengan kembali tampil menjadi host Dahsyat. Luna diketahui tampil kembali di acara Dahsyat pada 13 Oktober 2011.

Luna Maya tidak dapat menutupi rasa bahagia saat dipertemukan kembali dengan mantan rekan hostnya, Raffi Ahmad dan Olga Syahputra di acara Dahsyat, kala itu. "Senang banget, akhirnya ketemu lagi sama mereka (Raffi dan Olga). Bisa seru-seruan. Untungnya aku masih nyambung, meski lama enggak ketemu. Sudah lama enggak bercanda, jadi seru saja," kata Luna.





Luna sempat merasa canggung saat kembali ke acara yang meroketkan namanya di dunia presenter. Namun karena sudah lama kenal dengan Raffi dan Olga, ia jadi cepat beradaptasi. "Awalnya sih canggung dan ada hal yang baru dari cara mereka bercanda. Tapi, ya tetap sama kok mereka. Ya, kayak begini ini kalau bercanda. Enggak ada yang tersinggung. Harus berpikir luas dan terbuka," katanya.

Setelah kasus video mesum itu juga membuat Luna semakin dewasa dan membuatnya sadar untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Menurut Luna, berkat ibadah yang dijalaninya dengan serius, ia memperoleh ketenangan umenjalani hidup setelah berbagai cobaan hidup yang dijalaninya. Ia juga bisa lebih mengontrol emosinya. “Rasanya jauh lebih tenang dan rileks,” ucapnya.
Luna juga sekarang lebih dewasa dalam menghadapi haters. “Aku bersyukur dengan adanya mereka. AKu bisa diingatkan untuk tidak menjadi pribadi yang besar kepala. Aku juga selalu menyaring energy negative yang mereka kirim untuk menjadi energy posistif menjalani hidup,” tukasnya.

Putus Dengan Ariel, Luna Tergucang

Luna Maya, Terpukul Putus dengan Ariel

Saat Ariel ditahan karena kasus video porno, Luna Maya diketahui masih sering berkunjung ke rumah tahanan Kebon Waru, Bandung, tempat Ariel menjalani masa tahanan. Kesetiaan Luna terhadap Ariel diuji. Namun, lama-kelamaan Luna tak lagi berkunjung. Akhirnya pada tahun 2012, diketahui Luna sudah tak lagi menjalin kasih dengan Ariel, sesaat pembebasan Ariel dari penjara.
Putusnya dua sejoli itu, hingga saat ini masih menjadi tanda tanya, ada kabar jika karena orang ketiga. Luna dikabarkan menjalin kasih dengan seorang pengusaha. Ada juga kabar karena Ariel yang mengambil keputusan untuk tidak lagi berhubungan dengan Luna.

Tampaknya, putusnya hubungan dengan Ariel sangat membuat luka yang dalam bagi Luna. Ia seakan tak mau lagi dikait-kaitkan dengan Ariel. Setiap ditanya media, Luna menjawab dingin. “Emang gue pikirin,” jawab Luna.
Luna juga seakan belum ikhlas untuk memaafkan mantan kekasihnya itu. “Kalau dimaafin belum ikhlas, bagaimana?” kata Luna.





Kini, Luna sudah memiliki kekasih bernama Reino Barack, yang bekerja sebagai Wakil Presiden Senior pengembangan usaha di Global Mediacom.
Luna mengaku lebih senang menjalin kasih dengan Reino ketimbang Ariel.   “Lebih enak sama yang sekarang. Bisa dijadikan partner dan teman cerita. Kalau yang dulu terlalu,” katanya.
Apalagi, kini waktu Luna tak hanya dihabiskan untuk sang kekasih, tapi juga bisa membagi waktu bersama keluarga juga sahabat terdekatnya.

"Dulu kan fokus sama pekerjaan dan pacar juga. Kalau sekarang teman iya, pasangan iya, keluarga iya, kerja juga iya, jadi lebih santai lah. Semuanya harus seimbang," katanya.

Saat menjalin kasih dengan Ariel, Luna mengaku selalu tak mendapat kepastian jalinan kasihnya akan di bawa ke mana. “Yah seperti lagu Armada, Mau di bawa ke mana. Kalau nanya komitmen sih sering. Tapi , dia pemikir banget, dia bilang menikah itu nggak gampang. Aku sih mencoba mengerti karena dia pernah gagal berumahtangga, dan waktu itu, dia masih banyak cita-cita dalam bermusik yang belum tercapai,” kata Luna.
Luna bercerita ia mulai pacaran dengan Ariel pada 2004. Kemudian ia mulai dekat dengan Ariel lagi setelah Ariel bercerai. Diakui Luna banyak pengorbanan yang dilakukannya saat menjadi kekasih Ariel. “Memang nggak jodoh kali ya,” paparnya.  

Pria-Pria Luna Maya, Dari Tukang Siomay Sampai Pengusaha

Selain Reino Barack dan Ariel, Luna juga sempat menjalin kasih dengan beberapa pria. Putra penyanyi rock legendaris, Achmad Albar, Fachri Albar diketahui sebagai kekasih pertama Luna dari kalangan selebritis. Saat kemunculannya di dunia hiburan, ramai diberitakan, Luna berpacaran dengan Fachri. Keduanya cukup lama menjadi sepasang kekasih.

Tahun 2004, Luna kemudian pacaran dengan Ariel. Kisah asmaranya, mulai tercium saat keduanya sering terlihat menghadiri sejumlah acara berdua. Keduanya pun tak pernah malu mengumbar kemesraan di depan media. Luna dan Ariel, sering jalan berdua sambil bepegangan tangan. Kisah cinta mereka juga penuh liku. Di tengah kemesraan hubungan mereka, muncul kabar tak sedap, Ariel menghamili seorang wanita cantik bernama Sarah Amelia. Luna Maya yang tahu akan kabar tersebut, lebih memilih mundur menjadi kekasih Ariel. Luna memberi kesempatan kepada Ariel untuk menyelesaikan masalahya dengan Sarah Amalia dan keluarga.

Ariel pun mempertanggungjawabkan kondisi Sarah Amelia yang tengah hamil kala itu. Ariel resmi menikahi Sarah Amelia di tahun 2007. Hubungan rumah tangga Ariel dengan Sarah Amelia tidak berlangsung lama, hanya satu tahun. Keduanya diputus cerai oleh pengadilan Agama Jakarta Barat tahun 2008. Cerainya Ariel dari istrinya Sarah Amelia, bagai gayung bersambut bagi Luna Maya. Luna seolah memaafkan tindakan Ariel tersebut dan menjalin hubungan kembali. Keduanya, tak segan lagi tampil bersama di depan publik. Namun, Luna dan Ariel kembali putus pada tahun 2012.





Putus dari Ariel, ternyata Luna Maya tidak butuh waktu lama menemukan pria baru. Luna Maya dikabarkan tengah dekat dengan seorang pengusaha cafe bernama Juno Adhi. Sejumlah foto Luna Maya dengan pria yang diduga bernama Juno Adhi Sutowo banyak tersebar di dunia maya.

Juno merupakan cucu salah satu pengusaha terkaya di Indonesia, Ibnu Sutowo. Foto-foto ini, seolah menggambarkan kedekatan Luna dengan Juno sangat serius, bahkan sudah saling mengenal keluarga.

Luna juga dikabarkan menjalin hubungan dengan pengusaha Reza Prawiro. Kedekatan Luna dengan Reza mulai menjadi pusat perhatian ketika foto-foto Luna dengan pria tersebut beredar luas di situs jejaring sosial. Dalam foto tersebut, Luna terlihat mesra dengan Reza. Meski Luna tidak mengiyakan secara pasti soal hubungannya dengan Reza, tapi, pria ini  masuk dalam daftar deretan pria yang masuk dalam kehidupan Luna Maya.

 Tak hanya dari kalangan selebritis dan pengusaha yang menjadi daftar  deretan pria yang masuk dalam kehidupan Luna Maya. Ternyata, Luna sebelum menjadi artis, pernah pacaran dengan penjual siomay bernama Opick. Hal itu terkuak saat tim Dahsyat membawa Opick ke studio dan langsung mempertemukan Luna dengan Opick. Menurut Opick mereka pacaran hanya satu bulan. Luna saat itu terlihat dongkol dan pasrah dengan ulah teman-temannya di dahsyat.

Luna terbuka tentang asmaranya baru-baru ini. Ia mengaku sedang menjalin kasih dengan Reino Barack, yang bekerja sebagai  Wakil Presiden Senior pengembangan usaha di Global Mediacom. Luna berharap kisah cintanya dengan Reino berakhir di pelaminan. “Doain ya,” harapnya.

Jay Subiakto Mebidik Talenta Luna Maya




Luna Maya dikenal luas sebagai artis multitalenta. Dengan seabrek talenta yang dimilikinya, gadis cantik bertubuh tinggi ini menjadi cepat dikenal. Namun dalam hal asmara, gadis kelahiran Denpasar, 26 Agustus 1983 ini kurang beruntung. Bahkan karena asmaranya dengan Ariel, karier yang dibangunnya dengan susah payah, runtuh dalam sekejap. Berikut kisahnya.

Luna Maya, Berawal dari Cover Girl  

Luna Maya Sugeng begitu nama aslinya. Ia lahir di Denpasar, 26 Agustus 1983. Ia memiliki darah campuran Austria-Indonesia. Dengan segudang talenta yang dimilikinya,  gadis cantik bertubuh tinggi semampai ini menjadi cepat dikenal.
Berbekal keinginan kuat menjadi artis, Luna Maya hijrah dari Bali ke Jakarta. Saat di Jakarta, sambil berkarier, untuk sementara waktu ia tinggal di rumah Jay Subiakto. “Mas Jay adalah salah satu orang yang berjasa bagi saya. Saya banyak belajar dari dia. Dia artistic banget,” kata Luna.

“Sebenarnya saya yang punya hutang jasa pada keluarga Luna. Karna adik saya Aria tinggal di rumah keluarga Luna. Jadi saat Luna ingin berkarier ke Jakarta, kenapa nggak tinggal di rumah saya,” kata Jay.

Jay melihat potensi besar pada Luna Maya. Ia kagum dengan jalan karier yang dilalui Luna. “Luna ini punya Fighting Spirit. Dia berkarier punya sopan santun dengan tidak menghalalkan segala cara. Dia berkarier lewat skill. Sejak jadi foto model sampai sekarang, perkembangan kariernya luar biasa,” kata Jay.   
Luna mengawali kariernya sebagai cover girl  majalah Aneka Yess! pada tahun 1999. Luna saat itu menjadi juara tiga. Kemudian kariernya berlanjut dengan menjadi model video klip pada tahun 2000’an untuk band Sheila On 7 dan Naff. Nasib baik terus berlanjut. Luna membintangi sejumlah iklan dan menjad model catwalk.   

Dari dunia modelling itulah cewek yang memiliki hobi jalan-jalan dan membaca ini akhirnya mengenal dunia seni peran. Luna pertama kali masuk ke dunia akting dengan memerankan tokoh Barbara dalam film 30 Hari Mencari Cinta (2004). Meski tokoh yang diperankannya bukan tokoh utama, namun akting Luna terbilang sukses. Dari situ, Luna mendapat tawaran lagi untuk bermain film layar lebar dalam film "Brownies" (2005). 

Seperti asik menjadi artis peran, kesempatan besar kemudian hinggap pada Luna. Ia mendapat peran utama pada film layar lebar bergenre horor dengan judul Bangsal 13 (2005).
Sukses memerankan tokoh Mina dalam film tersebut, Luna kebanjiran order main film. Beberapa judul film yang setelahnya dibintangi Luna adalah Cinta Silver (2005), Ruang (2006), Coklat Stroberi (2007), Asmara Dua Diana (2009) dan Janda Kembang (2009). 

Akting yang dilakoninya di film-film tersebut membawa nama Luna sebagai nominasi di berbagai ajang penghargaan film di Indonesia. Salah satu nominasi yang dimenangkannya adalah Artis Wanita Terfavorit versi Indonesia Kids' Choice Awards tahun 2009. 

Artis yang memiliki darah keturunan Austria itu tak hanya eksis di dunia seni peran layar lebar. Terhitung beberapa judul sinetron dan FTV juga tak luput dibintanginya. Sebut saja sinetron Kau dan Aku dan Rahasiaku (2005). Judul FTV yang pernah dibintangi Luna Maya antara lain From Medan With Love dan Demi Silvy Kurela Jadi Babysitter (2011).

Gadis yang didaulat produk sabun Lux untuk menjadi ikonnya pada tahun 2006 ini juga dikenal sebagai presenter. Salah satu acara yang membuat namanya semakin dikenal sebagai presenter adalah acara musik "Dahsyat". Luna juga beberapa kali mendapat kehormatan menjadi presenter pada acara live.
Selain sukses di dunia hiburan tanah air, Luna juga memiliki bisnis butik di bilangan Jakarta dan Bandung.

Dalam perjalanan kariernya, Luna meraih banyak penghargaan di antaranya meraih sejumlah nominasi di ajang penghargaan film nasional. Ia pernah didaulat menjadi Pembawa obor di olimpiade Beijing 2008, Duta WWF Indonesai 2008, dan banyak lagi.
Luna, sempat menyandang lima artis Indonesia paling kaya versi majalah Globe Asia pada 2008.

Luna Maya, Jajal Dunia Tarik Suara, Sutradara dan Produser

Seakan tak mau terpaku dengan satu bidang, Luna Maya yang senang dalam mengeksplore diri ini mencoba peruntungan di dunia tarik suara. Awal mula terjunnya Luna di bidang ini dengan menjadi salah satu dari tiga penyanyi yang membawakan lagu tema Indonesian Theme Song for EURO 2008 yang berjudul Play. Ia membawakan single ini dengan dua artis lainnya, Dewi Sandra dan Sandra Dewi.

Kemudian Luna merilis single Suara (Ku Berharap). Lagu yang sebenarnya milik band Hijau Daun ini dinyanyikan lagi oleh Luna setelah diaransemen ulang. Single lainnya yang dirilis Luna adalah Menuju SurgaMu (2009), Tak Bisa Bersamamu (2010) dan Biarlah (2011). Ia juga sempat berduet dengan band Killing Me inside merilis single berjudul Biarlah.
Meski sudah banyak mengeluarkan banyak single lagu, untuk menyanyi di atas panggung, Luna mengaku suka tak percaya diri. Agak sedikit nggak Pede aja,” akunya.





Ia juga tak terlalu banyak berharap dengan kariernya di dunia tarik suara. Sebab, ia tak terlalu berkeinginan kuat menjadi seorang penyanyi. “Suka nyanyi iya. Tapi nggak pengin dikenal sebagai penyanyi,” ucapnya.
Setelah sukses menjadi artis peran, presenter, dan penyanyi, Luna yang haus akan ilmu, menjajal menjadi produser rekaman. Ia diketahui sempat memproduseri penyanyi Dea Ananda dalam lagu berjudul Kau Tak Setia. Tak hanya itu, ia juga menjajal profesi baru dengan memproduseri sekaligus menjadi sutradara film. Film yang diproduseri dan disutradarainya adalah film Pintu Harmonika (2013).

Di film tersebut, Luna Maya menggandeng Sigi Wimala dan Ilya Sigma untuk membantunya membesut film begenre Omnibus tersebut. Selain itu, Luna Juga diketahui pernah menyutradarai film pendek berjudul Suci and The City.
“Saya sadar menjadi artis memiliki kadaluarsa. Oleh karena itu wawasan harus dibuka dengan banyak belajar dan berani berbuat,” kata Luna.


Selasa, 19 Januari 2016

Susi Pudjiastuti, Putus Sekolah Dagang Ikan



Susi Pudjiastuti, demikian namanya. Wanita kelahiran Pangandaran, Jawa Barat 15 Januari 1965 ini bermetamorfosa dari gadis kampung berijazah SMP menjadi pengusaha perikanan, penerbangan, dan menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Gayanya yang nyentrik, ceplas ceplos, hobi merajah tato di tubuhnya, kebiasaan merokok, serta hanya lulusan SMP membuat Susi paling banyak menyita perhatian publik di antara 34 orang Kabinet Kerja yang dipercaya Presiden Joko Widodo. Ada yang mencela dan tak sedikit yang memuji. Berikut kisahnya.

Susi Pudjiastuti, Putus Sekolah Dagang Ikan

Susi Pudjiastuti, adalah anak pertama dari empat bersaudara, dan satu-satunya anak perempuan dari pasangan H Ahmad Karlan (alm) dan Hj  Suwuh Lasmina (almh). Ayah dan ibunya berasal dari Jawa Tengah yang sudah lima generasi lahir dan hidup di Pangandaran. Kakek buyutnya, H. Ireng, adalah saudagar sapid an kerbau, yang membawa ratusan ternak dari Jawa Tengah untuk diperdagangkan di Jawa Barat.

Keluarga Susi termasuk tuan tanah. Mereka memanfaatkna lahan yang dimilikinya menjadi kolam ikan dan kebun kelapa. Ayah Susi juga mengusahakan beberapa buah perahuuntuk para nelayan mencari ikan dengan system bagi hasil.

Di tengah keluarga berkecukupan itulah Susi tumbuh dan berkembang. Namun, sepertinya ia tidak mau bersandar dengan kekayaan keluarganya. Susi tumbuh menjadi anak yang mandiri. Ia tak mau menunjukan kepada orang, jika hidup dari kalangan orang berada. Sejak kecil, Susi tak gengsi untuk menjual ikan. Ia juga termasuk pintar karena sejak SMP sudah bisa menguasai Bahasa Inggris.

Susi menamatkan pendidikan di SD Negeri 8 Pangadaran (19972-1977) dan SMP Negeri 1 Pangandaran (1978-1980). Ia kemudian melanjutkan ke SMA Negeri Yogyakarta, namun tak sampai selesai. Kelas dua SMA, dia berhenti dari sekolah pada tahun 1982.

Latar belakang Susi memutuskan berhenti sekolah, ketika ia jatuh dari tangga dan kepalanya terbentur tembok yang membuatnya terbaring beberapa hari. Sakit berkepanjangan membuat orangtuanya meminta Susi balik ke Pangandaran, Susi kemudian memutuskan untuk tidak lagi kembali ke Yogyakarta untuk sekolah. Alasannya sederhana. Ia merasa sekolah tak cocok baginya. “Apa karena terbentur itu ya. Pikiran saya jadi anaeh begitu?” kata Susi.

Susi Pudjiatuti, Miliki Perusahaan Perikanan dan Penerbangan

Setelah putus sekolah, Susi memilih hidup mandiri dengan berdagang ikan. Ia mulai berjualan ikan berawal menggunakan bakul dengan berkeliling kampung. Dalam perjalanan usahanya, Susi juga sempat berjualan Bed Cover dan Sarang wallet.

Haji Karlan, almahrum ayahnya sempat ingin memberikan uang sebagai modal Susi untuk meningkatkan usaha jual beli ikan kelilingnya, namun Susi menolak. Ia memilih menjual perhiasan yang dimilikinya untuk meningkatkan usaha.

Dengan kesigapan dan ketekunannya, dalam tempo setahun Susi bisa menguasai pasar Pangandaran. Dan bahkan Cilacap, Jawa Tengah. Kesegaran produk menjadi kunci sukses bisnis Susi.  Agar hasil laut tangkapan nelayan bisa dalam keadaan segar, Susi menyewa mobil truk. Berawal dari sewa, akhirnya ia membeli truk dengan system alat pendingin untuk mengangkut ikan dan udang ke konsumen.




Ia tak  pernah lelah berinovasi. Susi yang ingin terus maju berpikir keras agar usahanya bertambah maju. Suatu ketika, saat mengantar ikan dan udang ke Jakarta, Susi melihat di Jakarta, kodok memiliki peluang bisnis yang bagu. Seakan tak menyiakan kesempatan, dalam perjalannanya dari Pangandaran ke Jakarta, Susi mampir ke sentra-sentra kodok dan membawanya ke pasar Jakarta. Dengan terobosan itu, bisnis Susi semakin berkkembang.

Tahun 1993, Susi mendirikan pabrik pembekuan ikan dan udang dengan merek "Susi Brand". Awal era reformasi, Susi benar-benar mendapat berkah. Usaha ekspor ikan dan udangnya makin berkibar. Ekspor ikannya dibayar dengan dolar.

Tahun 2003 Susi membeli sebuah pesawat terbang Cessna jenis Caravan untuk membawa udang lobster dari Pangandaran ke Cengkareng. Dengan pesawat yang sama, Susi berburu udang lobster ke berbagai pantai.

Keberadaan Bandara Nusawiru yang saat itu belum berfungsi sebagaimana adanya sangat mendukung usaha Susi mengembangkan usaha ekspor ikannya. Susi menjadi nelayan pertama di Indonesia yang mempunyai pesawat terbang.

Untuk mendapat ikan dan lobster, Susi sampai terbang ke Simeuleu, Aceh dan Pulau Yakihimo di Papua. Pabrik pembekuan ikan milik Susi terus berkembang, ratusan warga sekitar direkrutnya jadi  pekerja pabrik.

Tsunami besar yang melanda Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 menjadi titik perubahan kehidupan bisnis yang dilakoni Susi. Pesawat terbang Susi merupakan pesawat terbang pertama yang mendarat di Simeuleu, hanya dua hari setelah tsunami yang menewaskan ratusan ribu nyawa tersebut.

Pesawat Susi tak hanya membawa bantuan kemanusian, obat-obatan tetapi juga jurnalis dari luar negeri termasuk CNN. Selama kondisi darurat bencana di Aceh waktu itu, pesawat Susi dicerter banyak pihak terutama pihak luar negeri untuk mendistribusikan bantuan.

Sejak itu pesawat terbang Susi terus bertambah. Kini Susi dengan Susi Air tidak hanya memiliki 41 pesawat berbagai jenis, tetapi juga menjalani sekitar 250 (75 persen) rute penerbangan pesawat perintis di tanah air mulai dari Sumatera  hingga Papua. Susi selanjutnya bahkan membuka sekolah pilot.


Susi Pudjiastuti, Tiga Suami

Susi Pudjiastuti, Tantang Pakar kelautan

Menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan,  kemampuan Susi Pudjiastuti dalam memimpin kementrian di sektor bahari itu diragukan. Maklum, Susi hanya berijazah SMP.

Ia menyadari pengangkatannya sebagai menteri di jajaran Kabinet Kerja menimbulkan pro dan kontra. Salah satunya adalah soal kepakarannya, yang dianggap remeh oleh sebagian orang.

Ia pun  menantang orang-orang yang menyangsikan kemampuannya dengan membuktikan bahwa dirinya memang mampu menduduki posisi tersebut. Dalam dialog dengan pengusaha di sektor maritim, Selasa (11/11/2014), Susi memaparkan berbagai kebijakan yang akan dia ambil. Salah satu targetnya adalah meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Untuk itu, Susi akan melakukan berbagai langkah, dimulai dari pembenahan tata kelola, meningkatkan pajak penghasilan (PPh) kapal besar, dan membebaskan retribusi bagi kapal kecil.

"Negeri ini suka aneh. Kadang-kadang ada yang tidak jalan, bikin badan baru. Perpajakan enggak jalan, bikin pos baru. Padahal, untuk menaikkan PNBP itu bisa dengan meningkatkan PPh-nya. Suatu saat saya akan berikan saran (ke Menkeu). Sayangnya, saya tidak memiliki legitimasi kepakaran dalam hal apa pun karena ijazah saya," ujar Susi.

Dia mengatakan, jika program-programnya nanti berjalan baik, dia berharap ke depan Kabinet Kerja mengerti dengan apa yang dilakukannya. "Mereka tahu, oh ternyata Susi bisa mikir ini toh, tidak hanya jualan ikan," kata dia. 

Dalam kesempatan tersebut, Susi juga berharap bukan hanya menteri-menteri di kabinet yang bisa memahami cara kerja Susi, melainkan juga ahli kelautan dari Institut Teknologi Bandung (ITB). 

"Dari ITB juga kan, kemarin dia bilang, Jokowi itu ngaco milih Susi. Sekarang saya tanya, yang ngaco Pak Jokowi atau ITB karena saya pernah dapat penghargaan Ganesha dari ITB, atau jangan-jangan dua-duanya yang ngaco?" seloroh Susi, disambut tawa para pengusaha.

Susi Pudjiastuti pernah menerima penghargaan Ganesha Widya Jasa Aditama Award dari ITB pada 2011 lalu. Susi juga pernah mendapat penghargaan Women and the Economy Summit (WES) Award pada tahun yang sama

Sebelumnya Pakar ilmu kelautan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Muslim Muin, mengatakan, posisi-posisi menteri strategis yang terkait pengembangan kemaritiman dalam Kabinet Kerja Jokowi diisi oleh orang yang tidak tepat. Pengangkatan Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, misalnya, dinilai tidak tepat oleh Muslim. Susi memang sukses dalam mengembangkan industri pengolahan hasil laut serta transportasi antar-pulau. Namun, menurut Muslim, itu tak cukup.

"Ngaco mengangkat Susi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Sukses menjadi pengusaha ikan bukan berarti bisa memimpin KKP," ungkap Muslim.

Muslim mempertanyakan apakah Susi paham mengenai teknologi kelautan, marine products economics, coastal processes, dan underwater technology. Menurut Muslim, kepakaran Susi hanyalah tentang penangkapan dan penjualan ikan.

 Susi Pudjiastuti, Tiga Suami

Sepulang kembali ke Pangandaran dari Yogyakarta, Susi memilih untuk putus sekolah. Tak lama kemudian, Susi menikah dengan Yoyok Yudi Suharyo, warga asli Pangandaran. Yoyo adalah suami pertama Susi. Mereka menikah tahun 1983 dan bercerai tahun 1988 setelah dikaruniai anak, panji Hilmansyah.

Panji yang mendalami flight engineering di Amerika Serikat, telah memberikan Susi seorang cucu, Arman Hilmansyah yang kini berusia delapan tahun. Ia memanggil neneknya itu dengan panggilan uti (penggalan dari kata eyang puteri).

Suami kedua Susi adalah Daniel  Kasier. Ia merupakan teknisi pesawat berkebangsaan Swiss. Mereka berkenalan pada tahun 1991. Setahun menjalin kasih, mereka menikah di Pangandaran pada 1992. Sayang perkawinan Susi-Daniel tak berumur panjang . keduanya bercerai pada 1999. Mereka dikaruniai satu anak perempuan, Nadine Keiser.

Daniel adalah satu-satunya mantan suami Susi yang hadir saat serah terima jabatan menteri Kelautan dan perikanan di Jakarta , Rabu (29/10). Daniel memuji mantan isterinya sebagai pribadi yang tangguh. Ia bahkan menjuluki Susi dengan panggilan “Puteri laut”.

Cerai dari Daniel, Susi menikah kali ketiga dengan pria berkebangsaan Jerman., Christian von Strombeck. Sekitar tahun 2003. Tak ada catatan pasti kapan mereka berpisah. Yang jelas, keduanya dikaruniai seorang anak , Alvy Xavier.

Tiga kali gagal membina rumahtangga, tak membuat Susi terpuruk. Ia mengaku bahagia meski hidup sebgai single parent.

Susi Pudjiastuti, Menteri Nyentrik, Bertato dan Merokok

Susi Pudjiastuti, Dipanggil Susi “Gila”


Dalam diskusi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi mengenang masa-masa lalu ketika dia menjadi nelayan kecil, dan menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah. 

"Dulu saya dipanggil Susi Gila. Saya kirim SMS ke 10 kementerian. Teriak-teriak. Result-nya apa? Masa bodoh. Sekarang, pemerintah sebut 'Kita perlu orang gila untuk gebrakan'. So I take my job," ujar Susi sambil tertawa.
Kini, setelah menjabat sebagai orang nomor satu di kementerian yang mengurusi bidang bahari, Susi mengaku semakin tak kurang kerjaan. Makin banyak saja yang ia urusi. Meski demikian, dia masih memberi kesempatan kepada para pengusaha dan nelayan dalam menyampaikan aspirasinya. "Silakan kalau mau komplain," kata dia. 

Dalam kesempatan itu, Susi menegaskan bahwa ia akan melakukan pembenahan, dimulai dari regulasi yang ada di sektor kelautan dan perikanan saat ini. Dengan nada sedih, dia bilang bahwa Indonesia adalah satu-satunya negara yang tidak punya regulasi. Akibatnya, banyak pihak asing datang dan menangkap ikan secara ilegal di wilayah perairan laut Indonesia. Susi pun mengaku ikhlas melakukan semua pekerjaan yang dihadapinya. Bahkan, dia tidak mempermasalahkan ketika gajinya kini jauh berbeda dibanding sebagai CEO maskapai Susi Air. 
"Gajinya (Menteri KKP) cuma satu persen dari gaji saya di Susi Air. Saya lillahi ta'alla, ikhlas meluangkan waktu saya, energi saya untuk negara," ucap Susi.

Susi Pudjiastuti, Menteri Nyentrik, Bertato dan Merokok

Di antara 34 menteri Kabinet Kerja yang dipercaya Presiden Jokowi, nama Susi Pudjiastuti yang paling banyak menyita perhatian publik. Ia ramai dibicarakan karena hanya lulusan SMP, hobi merokok dan memiliki tato di kaki. Bahkan, Susi nekat merokok di halaman Istana usai Jokowi mengumumkan nama-nama menteri, Minggu (26 Oktober 2014). Susi gemar menghisap cerutu Kuba.
Ia juga tampil nyentrik dibandingkan dengan 33 menteri lainnya. Rambutnya berwarna cokelat. Gaya bicaranya ceplas ceplos. Dia tak sungkan duduk di tangga Istana saat akan diwawancarai media massa.

Ia juga nyentrik dalam bekerja. Seperti Rabu (19/11/2014), beredar di media sosial, Susi  turun langsung ke lapangan menggunakan motor “Laki” . Susi yang mengendarai motor tanpa helm tersebut dikawal sejumlah anggota TNI dan Polri yang berjalan beriringan di belakangnya. Selain nyentrik, Susi Pudjiastuti dikenal sebagai orang yang keras dalam mengkritik. Bahkan mantan Presiden SBY sempat dikritiknya terkait keikutsertaan Indonesia dalam forum G20.
Soal tato unik bergambar burung di kakinya dan kebiasaannya merokok menimbulkan pro dan kontra. Ia dibully di media sosial. “Saya sedikit marah karena menggangu konsentrasi. Katanya saya disuruh kerja tetapi dikasih komentar yang jelek-jelak. Sedikit tidak fair.,” keluh Susi .

Mengenai kebiasaannya merokok, Susi berjanji akan mengurangi rokok. “Saya tidak bisa melakukan perubahan secara radikal, usia saya juga kan sudah 50 tahun,” ucapnya.

Membantah Kabar Rumahtangga Bermasalah



Rieke Diah Pitaloka, Isu Jadi Menteri

Pada tahun awal tahun 2013, Rieke memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat didampingi Teten Masduki. Mereka menamakan dirinya sebagai Paten diusung oleh PDI-P dengan nomor urut 5.
Pada saat diumumkan hasil Pilkada Gubernur - Wagub Jawa Barat, pasangan dengan nomor ururt 5 Rieke-Teten memperoleh peringkat ke 2. Mereka kalah dari pasangan Ahmad Heryawan-Dedy Mizwar.

Gagal dalam pemilukada, Rieke kembali bertarung di legilslatif. Lewat Dapil Jawa Barat VII. Di sana ia harus bertarung dengan wanita-wanita tangguh dari partai lain, sebut saja Nurul Arifin (Golkar), Putih Sari(Gerindra), Wardatul Asriah (PPP), Dhiana Anwar (Demokrat),, Liza Natalia Sari (PAN).
Nasib baik menghampiri Rieke. Ia kembali masuk ke DPR untuk periode 2014-2019.  Bahkan, Politisi dari PDIP ini, juga santer diisukan menjadi menteri dalam kabinet Jokowi. Dalam berbagai survei, nama Rieke dimasukan dalam menteri peranan Wanita. Memenanggapi isu tersebut, Rieke hanya tertawa. "Hahaha… kerjain dulu yang di depan mata. Saya kan masih anggota DPR," kata Rieke.

Kehidupan Pribadi Rieke Diah Pitaloka

Rieke mengakhiri masa lajangnya setelah menerima pinangan seorang dosen filsafat Universitas Indonesia bernama Donny Gahral Adian pada Sabtu, 23 Juli 2005, di kediaman orangtua Rieke di Garut, Jawa Barat. Di tengah kabar bahagia itu, sempat berhembus kabar tak sedap yang dihembuskan Exel J Permadi, mantan kekasih Rieke yang belakangan mengaku masih berstatus sebagai tunangannya. 

Menurut pria yang berprofesi sebagai sutradara itu, pertunangannya dengan Rieke yang telah terjalin sejak 11 Januari 2002 belum resmi putus. Maka saat mendengar kabar bahwa Rieke telah menikah, Exel pun tak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya. Meski sang mantan kekasih terus menerus memojokkannya, Rieke hanya menganggapnya sebagai angin lalu.



Rieke yang menikah di usia kepala 3 ini amat mendamba hadirnya momongan sebagai penerus keturunannya. Setelah menanti cukup lama serta mengalami dua kali keguguran, ia melahirkan bayi pertamanya pada 11 Maret 2009 ia dan suami meberi nama Sagara Kawani Adiansyah, yang dalam bahasa Sunda berarti lautan keberanian. Tanggal 9 januari 2011, tepat sehari setelah ulang tahun Rieke yang ke 38, ia melahirkan kembar laki-lakinya yaitu Misesa Adiansyah dan Jalumanon Badrika melalui operasi Caesar.

Belum lama ini, sebuah tabloid yang terkenal meliput kehidupan selebritis Tanah Air, memberitakan rumah tangga Rieke tengah bermasalah. Rieke dan suami dalam tabloid itu, membantah kabar rumahtangga mereka bermasalah.

Rieke Diah pitaloka, Masuk Panggung Politik



Rieke Diah Pitaloka, Gemar Menulis

Dari panggung teater, Rieke lalu merambah ke layar lebar. Debutnya dimulai saat menjadi salah satu aktris pendukung dalam film garapan Sutradara, Produser Nia Dinata, Berbagi Suami. Di film itu, ia berperan sebagai Dwi, seorang  perempuan yang rela dipoligami.

Setelah itu, Rieke kembali berakting dalam film antologi karya empat sutradara perempuan berjudul Lotus Requiem, yang kemudian judulnya diubah menjadi Perempuan Punya Cerita. Film tersebut menampilkan kisah empat perempuan, yakni Sumantri (Rieke Diah Pitaloka), Safina (diperankan Kirana Larasati), Esi (Shanty), dan Laksmi (Susan Bachtiar). 

Pada Desember 2001, ia mempublikasikan kumpulan puisi-puisinya dalam sebuah buku berjudul Renungan Kloset untuk pertama kali. Dua tahun kemudian, April 2003, Rieke meluncurkan 'sekuel' buku kumpulan puisi Renungan Kloset yang diberi tajuk Dari Cengkeh sampai Utrecht. Selanjutnya, Rieke kembali meluncurkan karyanya, masih berbentuk kumpulan puisi yang kali ini diberi judul UPS! pada Desember 2005. Selain rajin menelurkan karya tulisnya dalam bentuk buku, ia juga mendirikan Yayasan Pitaloka, sebuah yayasan yang bergerak di bidang sastra dan sosial kemasyarakatan. 


Rieke Diah pitaloka, Masuk Panggung Politik

Sukses di dunia seni peran, Rieke mulai merambah dunia politik. Ketertarikan Rieke pada politik tak main-main atau hanya sekadar latah mengekor jejak rekan seprofesinya yang lebih dulu berkecimpung sebagai politikus. 
Dalam sebuah kesempatan di pertengahan tahun 2007, ia menceritakan awal partisipasinya dalam kancah perpolitikan Tanah Air. "Awalnya, saya gregetan dengan hukum Indonesia yang berjalan tidak sesuai koridor. Saya juga sedih karena ada stigma bahwa di dunia politik artis cuma digunakan sebagai pajangan, hanya disuruh nyanyi, menghibur, jadi MC-nya saja. Tanpa ditanya apa punya gagasan atau diajak rapat. Saya miris melihatnya," tutur Rieke.

Terlebih lagi diakuinya, dunia politik bukanlah hal yang baru sebab pengagum Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama 
Bung Karno ini telah mempelajari seluk beluk ilmu politik sejak tahun 1995. Pada saat terjadi pergolakan yang dimotori mahasiswa yang berujung runtuhnya rezim Presiden Republik Indonesia Kedua, Soeharto.

Orde Baru, Rieke pun ikut ambil bagian. Saat itu Rieke masih berstatus mahasiswa dan tergabung dalam Gerakan Mahasiswa UI Aliansi Pro Demokrasi Anti Militerisme. Oleh karena itu, ia membantah jika ada sebagian kalangan yang mencapnya sebagai politikus instan. "Saya nggak buta-buta banget soal politik," tegasnya. 



Rieke mengaku, selama aktif dalam bidang politik, ia sering mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan lantaran terlalu vokal menyuarakan aspirasi rakyat. Ancaman pun kerap ia dapatkan dari oknum-oknum yang berseberangan pemikiran dengannya. Tapi hal itu tidak pernah menyurutkan semangatnya untuk terus menyuarakan aspirasi rakyat. 

Keseriusan dan komitmennya dibuktikan dengan berbagai jabatan yang pernah diamanatkan padanya. Rieke pernah menjabat sebagai wakil sekretaris jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB. Belakangan ia mengundurkan diri dari partai berbasis massa Islam tersebut untuk kemudian bergabung ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Partai berlogo banteng itulah yang kemudian mendukung pencalonannya sebagai caleg pada Pileg tahun 2009. Berbekal popularitasnya sebagai selebriti, Rieke yang mewakili Daerah Pemilihan Jawa Barat II berhasil melenggang ke Senayan sebagai anggota DPR periode 2009-2014 dan kembali lagi terpilih untuk periode 2014-2019. 

Rieke merupakan salah satu anggota dari Komisi IX. Bidang yang sangat Ia perhatikan adalah bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia merupakan salah satu anggota Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)

Rieke Diah Pitaloka, Mengikis Image Oneng





Rieke Diah Pitaloka kembali terpilih menjadi anggota DPR. Bahkan, ia
diisukan menjadi menteri dalam susunan kabinet presiden terpilih Jokowi Widodo. Berikut kisah Rieke.


Rieke Diah Pitaloka, Terkenal “Oneng”

Rieke Diah Pitaloka Intan Permatasari, demikian nama yang diberikan oleh orangtuanya. Ia lahir di Garut, Jawa Barat pada 8 Januari 1974.

Rieke mulai dikenal publik lewat iklan kondom Sutra dengan ucapan nakalnya, “meong…. “. Kemudian ia yang mengawali kariernya sebagai aktris sinetron, semakin dikenal lewat sitkom Bajaj Bajuri. Dalam sinetron komedi yang tayang di Trans TV itu, ia beradu akting dengan komedian Mat Solar yang berperan sebagai seorang supir bajaj bernama Bajuri. 

Di sinetron besutan Aris Nugraha itu, Rieke berperan sebagai Oneng, istri Bajuri, yang berkarakter polos bahkan terkesan blo'on. Peran yang kerap mengundang tawa itu akhirnya berhasil memancing kekaguman pemirsa atas aktingnya. Penghargaan dari Forum Film Bandung 2003 sebagai Aktris wanita Terpuji pun berhasil disabet Rieke.

Di sela-sela padatnya aktivitas, Rieke juga aktif menulis. Selain tentang politik, politikus yang vokal memperjuangkan nasib kaum hawa ini juga gemar merangkai kata menjadi sebuah puisi indah.

Ia juga figur yang amat mementingkan pendidikan. Di tengah puncak kariernya, Rieke tetap berusaha menimba ilmu. Setelah berhasil meraih gelar sarjana di bidang filsafat dan sastra, perempuan yang kerap disapa Keke ini meneruskan studinya ke jenjang S-2 jurusan Filsafat Universitas Indonesia (UI). 

Sejak lulus S2 pada Agustus 2004, ia getol menawarkan tesisnya ke penerbit. Kemudian penerbit Galang Press mau menerbitkannya. Menurut Rieke, Tesisnya yang kemudian dijadikan buku dengan judul Kekerasan Negara Menular ke Masyarakat yang resmi diluncurkan pada 19 Oktober 2004, ia persembahkan untuk Indonesia anti-kekerasan.

"Saya sangat prihatin bahwa kini kekerasan juga tak hanya dilakukan oleh aparat tapi juga oleh kita semua, malah dalam lingkungan keluarga," katanya. 

Acara peluncuran bukunya yang diselenggarakan di Taman Ismail mardjuki dihadiri sejumlah tokoh seperti Butet Kartaredjasa, Djaduk Ferianto, mantan Menneg Pemberdayaan Perempuan Khofifah Indar Parawansa serta Abdurrahman Wahid dan istri. 



Rieke Diah Pitaloka, Mengikis Image Oneng

Suskses berperan sebagai Oneng di sitcom bajaj Bajuri, rupanya membuat Rieke Diah pitaloka jengah. Imej Oneng terus melekat di dirinya. Dengan menjajal dunia teater, ia berharap bisa melepaskan imej Oneng yang selama bertahun-tahun melekat padanya.

"Aku ingin image Oneng yang o'on hilang dari diriku makanya lewat pementasan ini aku akan coba mengikis image tersebut sedikit demi sedikit," ungkapnya pada acara jumpa pers pementasan teater yang berjudul 'Cipoa' yang digelar di pertengahan Juni 2007. 

Tandem presenter Ferdy Hasan dalam acara Good Morning Trans TV ini mengakui masyarakat memang sudah mengenal dirinya sebagai Oneng dan itu tidak dapat dipungkiri namun menurutnya hal itu tidak baik kalau dibiarkan terus menerus.



Rieke mencontohkan Didi Petet yang waktu itu sudah melekat dengan tokoh bencong bernama Emon yang ia perankan dalam film Catatan Si Boy. Namun karena sedikit demi sedikit dikikis akhirnya image tersebut hilang dari diri Aktor Didi Petet. "Aku ingin mencontoh langkah Kang Didi yang sukses menghilangkan image tokoh Emon," demikian Rieke mengungkap tekadnya.

Dalam panggung teater, ia pernah ikut dalam pementasan teater bertajuk Jangan Menangis Indonesia bersama Teater Mandiri pimpinan Sastrawan Putu Wijaya pada tahun 2003. Di tahun yang sama, Rieke juga tampil dalam pertunjukan teater Ekstrim!! bersama Shakespeare Theatre. Jika sebelumnya ia hanya tampil sebagai pemain di tahun 2008, Rieke mulai mengembangkan kemampuannya sebagai pemain sekaligus produser dan penulis naskah dalam pertunjukan teater Monolog Perempuan Menuntut Malam.